Tampilkan postingan dengan label MTK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MTK. Tampilkan semua postingan
Minggu, 16 Desember 2018
Jumat, 14 Desember 2018
Selasa, 27 November 2018
MTK Bab 1
Menghitung bilangan-bilangan
A. Bilangan Cacah
Hari itu Bayu berkunjung ke rumah paman.Bayu melihat kolam ikan ditemani Didi.Didi adalah anak pamannya.
Paman mempunyai dua kolam ikan.Kolam-kolam tersebut berisi ikan koi.Kolam itu terletak di depan rumah dan di samping rumah. Kolam di depan rumah berisi 12 ekor ikan koi. Kolam di samping rumah berisi 22 ekor ikan koi. Kolam mana yang berisi ikan lebih banyak?
1. Membandingkan Bilangan Sampai 99
Sekarang perhatikan gambar kelompok benda berikut.
Berapa banyak gambar buah pisang?
Berapa banyak gambar buah salak?
Berapa banyak gambar sendok?
Berapa banyak gambar gelas?
Berapa banyak gambar kapur tulis?
Berapa banyak gambar pensil?
Ada cara mudah menghitung banyakbenda lebih dari 10. Kelompokkan benda-benda itu sepuluh-sepuluh terlebih dahulu. Perhatikan contoh berikut.
Ada 2 puluhan dan 3 satuan.
2 puluhan + 3 satuan = 23 (dibaca: dua puluh tiga)
20 + 3 = 23
4 puluhan + 5 satuan = 45 (dibaca: empat puluh lima)
40 + 5 = 45
B. Menjumlahkan dan Mengurangkan
1. Menjumlahkan
Coba perhatikan jari-jari tanganmu.
Berapa banyak jari di tangan kiri?
Berapa banyak jari di tangan kanan?
Berapa jumlah jari di kedua tanganmu?
2. Pengurangan
MTK Bab 2
A. Mengenal Bilangan 100 Sampai 500
1. Membaca Bilangan
Ada sembilan puluh sembilan ikan di dalam kolam. Jika ditambah satu ikan, berapa banyak ikan semuanya?
Bilangan setelah bilangan 99 adalah 100. Bilangan 100 dibaca seratus. Perhatikan contoh cara membaca bilangan berikut.
2. Membandingkan Bilangan
Dua bilangan dapat dibandingkan. Tanda sama dengan (=) menunjukkan kedua bilangan sama besar. Tanda ketidaksamaan (< atau >)
menunjukkan kedua bilangan tidak sama besar. Mari membandingkan bilangan-bilangan berikut.
B. Mengurutkan Bilangan
1. Mengurutkan Bilangan
Perhatikan gambar vas berisi bunga berikut. Gambar vas bunga ini diurutkan dari yang berisi bunga paling sedikit. Coba, hitunglah banyak bunga dalam setiap vas.
Mengurutkan bilangan dapat dilakukan dengan membandingkan-nya dahulu. Misalnya, mengurutkan bilangan 234, 423, dan 243. Caranya dengan membandingkan tiap pasang bilangan seperti berikut.
a. 234 dibandingkan dengan 423, hasilnya 234 kurang dari 423.
b. 234 dibandingkan dengan 243, hasilnya 234 kurang dari 243.
c. Dari hasil a dan b, berarti 234 yang terkecil di antara ketiga bilangan tersebut.
d. 423 dibandingkan dengan 243, hasilnya 423 lebih dari 243.
Kesimpulan:
234 yang terkecil dan 423 yang terbesar. Jadi, urutan dari yang terkecil 234, 243, dan 423. Atau urutan dari yang terbesar 423, 243, dan 234.
2. Menyebutkan Bilangan Genap dan Bilangan Ganjil
Perhatikan bahwa:
a. bilangan-bilangan ganjil berakhir dengan angka, 1, 3, 5, 7,
atau 9; dan
b. bilangan-bilangan genap berakhir dengan angka 0, 2, 4, 6,atau 8.
1. Membaca Bilangan
Ada sembilan puluh sembilan ikan di dalam kolam. Jika ditambah satu ikan, berapa banyak ikan semuanya?
Bilangan setelah bilangan 99 adalah 100. Bilangan 100 dibaca seratus. Perhatikan contoh cara membaca bilangan berikut.
2. Membandingkan Bilangan
Dua bilangan dapat dibandingkan. Tanda sama dengan (=) menunjukkan kedua bilangan sama besar. Tanda ketidaksamaan (< atau >)
menunjukkan kedua bilangan tidak sama besar. Mari membandingkan bilangan-bilangan berikut.
B. Mengurutkan Bilangan
1. Mengurutkan Bilangan
Perhatikan gambar vas berisi bunga berikut. Gambar vas bunga ini diurutkan dari yang berisi bunga paling sedikit. Coba, hitunglah banyak bunga dalam setiap vas.
Mengurutkan bilangan dapat dilakukan dengan membandingkan-nya dahulu. Misalnya, mengurutkan bilangan 234, 423, dan 243. Caranya dengan membandingkan tiap pasang bilangan seperti berikut.
a. 234 dibandingkan dengan 423, hasilnya 234 kurang dari 423.
b. 234 dibandingkan dengan 243, hasilnya 234 kurang dari 243.
c. Dari hasil a dan b, berarti 234 yang terkecil di antara ketiga bilangan tersebut.
d. 423 dibandingkan dengan 243, hasilnya 423 lebih dari 243.
Kesimpulan:
234 yang terkecil dan 423 yang terbesar. Jadi, urutan dari yang terkecil 234, 243, dan 423. Atau urutan dari yang terbesar 423, 243, dan 234.
2. Menyebutkan Bilangan Genap dan Bilangan Ganjil
Perhatikan bahwa:
a. bilangan-bilangan ganjil berakhir dengan angka, 1, 3, 5, 7,
atau 9; dan
b. bilangan-bilangan genap berakhir dengan angka 0, 2, 4, 6,atau 8.
MTK Bab 3
A.Mengukur Panjang Benda
alat ukur panjang berikut.
Satuan ukuran panjang baku:
a. sentimeter sering disimbolkan dengan cm
b. meter sering disimbolkan dengan m
Bagaimana cara mengukur panjangdengan penggaris?
Perhatikan berbagai macam alat ukur panjang berikut.
Panjang, tinggi, dan lebar benda dapat diukur dengan penggaris atau meteran.
Hasil pengukuran itu dinyatakan dengan satuan ukuran panjang baku, yaitu sentimeter (cm) atau meter (m).
B. Mengukur Berat Benda
Dalam kehidupan sehari-hari, berat benda
dinyatakan dalam satuan kilogram (kg),ons (hektogram (hg)), dan gram (g).
1 ons = 100 gram
1 kg = 1.000 gram
1 kg = 10 ons
Berat beras, gula, tepung, kue, sayur-mayur, telur, dan buah-buahan umumnya menggunakan satuan kilogram dan ons. Satuan ukuran berat gram biasa digunakan untuk emas, kertas, dan obat-obatan.
MTK Bab 4
A. Menggunakan Tanda Penjumlahan dan
Pengurangan
1. Membaca dan Menggunakan Tanda +, –, dan =
Di kelas 1 kamu telah mempelajari tanda penjumlahan, yaitu +.
Tanda + dibaca: ditambah.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kata yang dapat menggunakan tanda +.
Perhatikan beberapa contoh berikut.
a. Di dalam wadah terdapat 3 mangga. Ayah menambahkan 2 mangga ke dalam wadah tersebut.
b. Didi mempunyai 4 buku cerita. Esok harinya Didi diberi lagi 2 buku cerita.
c. Di taman ada 5 anak yang sedang bermain.
Kemudian datang lagi 3 anak. Kata-kata menambahkan, diberi lagi, dan datang lagi dapat digunakan tanda +. Kata-kata lain yang dapat menggunakan tanda + misalnya dikumpulkan, membeli lagi, dan digabungkan.
Tiga contoh di atas dapat dituliskan ke bentuk penjumlahan berikut.
a. 3 + 2 (dibaca: tiga ditambah dua)
b. 4 + 2 (dibaca: empat ditambah dua)
c. 5 + 3 (dibaca: lima ditambah tiga)
Di kelas 1 kamu juga telah mempelajari tanda pengurangan, yaitu –.Tanda – dibaca: dikurangi. Banyak kata yang dapat disimbolkan dengan tanda –.
Perhatikan beberapa contoh berikut.
a. Bobi mempunyai 7 buah rambutan.
3 buah rambutan diberikan kepada Nana.
b. Di dalam kulkas ada 8 butir kentang.
5 butir kentang diambil oleh ibu.
c. Di dahan pohon ada 5 ekor burung.
3 ekor burung terbang dari pohon itu.
Kata-kata diberikan kepada, diambil, dan terbang dapat diberi
tanda dengan –. Kata-kata lain yang dapat diberi tanda dengan – misalnya dipinjam, diminta, pergi, dan lari.
Tiga contoh a, b, dan c di atas dapat dituliskan ke bentuk pengurangan berikut.
a. 7 – 3 (dibaca: tujuh dikurangi tiga)
b. 8 – 5 (dibaca: delapan dikurangi lima)
c. 5 – 3 (dibaca: lima dikurangi tiga)
B. Menjumlahkan
1. Menjumlahkan Tanpa Menyimpan
Di dalam keranjang hitam ada 134 buah rambutan.
Di dalam keranjang merah ada 123 buah rambutan.
Berapa banyak buah rambutan seluruhnya?
Ayo, menghitungnya dengan cara bersusun!
C. Mengurangkan
1. Mengurangkan Tanpa Meminjam
Toko Bu Ameng menjual 264 butir telur. 121 butir telur ayam dan sisanya telur itik. Berapa butir banyak telur itik di toko Bu Ameng? 264 – 121 =
2. Mengurangkan dengan Meminjam
Pak Banu akan menjual 226 ekor ayam.
73 ekor ayam sudah terjual.bBerapa banyak ayam yang belum terjual? Ayo, menghitung banyak ayamnya!
226 – 73 =
Pengurangan
1. Membaca dan Menggunakan Tanda +, –, dan =
Di kelas 1 kamu telah mempelajari tanda penjumlahan, yaitu +.
Tanda + dibaca: ditambah.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kata yang dapat menggunakan tanda +.
Perhatikan beberapa contoh berikut.
a. Di dalam wadah terdapat 3 mangga. Ayah menambahkan 2 mangga ke dalam wadah tersebut.
b. Didi mempunyai 4 buku cerita. Esok harinya Didi diberi lagi 2 buku cerita.
c. Di taman ada 5 anak yang sedang bermain.
Kemudian datang lagi 3 anak. Kata-kata menambahkan, diberi lagi, dan datang lagi dapat digunakan tanda +. Kata-kata lain yang dapat menggunakan tanda + misalnya dikumpulkan, membeli lagi, dan digabungkan.
Tiga contoh di atas dapat dituliskan ke bentuk penjumlahan berikut.
a. 3 + 2 (dibaca: tiga ditambah dua)
b. 4 + 2 (dibaca: empat ditambah dua)
c. 5 + 3 (dibaca: lima ditambah tiga)
Di kelas 1 kamu juga telah mempelajari tanda pengurangan, yaitu –.Tanda – dibaca: dikurangi. Banyak kata yang dapat disimbolkan dengan tanda –.
Perhatikan beberapa contoh berikut.
a. Bobi mempunyai 7 buah rambutan.
3 buah rambutan diberikan kepada Nana.
b. Di dalam kulkas ada 8 butir kentang.
5 butir kentang diambil oleh ibu.
c. Di dahan pohon ada 5 ekor burung.
3 ekor burung terbang dari pohon itu.
Kata-kata diberikan kepada, diambil, dan terbang dapat diberi
tanda dengan –. Kata-kata lain yang dapat diberi tanda dengan – misalnya dipinjam, diminta, pergi, dan lari.
Tiga contoh a, b, dan c di atas dapat dituliskan ke bentuk pengurangan berikut.
a. 7 – 3 (dibaca: tujuh dikurangi tiga)
b. 8 – 5 (dibaca: delapan dikurangi lima)
c. 5 – 3 (dibaca: lima dikurangi tiga)
B. Menjumlahkan
1. Menjumlahkan Tanpa Menyimpan
Di dalam keranjang hitam ada 134 buah rambutan.
Di dalam keranjang merah ada 123 buah rambutan.
Berapa banyak buah rambutan seluruhnya?
Ayo, menghitungnya dengan cara bersusun!
C. Mengurangkan
1. Mengurangkan Tanpa Meminjam
Toko Bu Ameng menjual 264 butir telur. 121 butir telur ayam dan sisanya telur itik. Berapa butir banyak telur itik di toko Bu Ameng? 264 – 121 =
2. Mengurangkan dengan Meminjam
Pak Banu akan menjual 226 ekor ayam.
73 ekor ayam sudah terjual.bBerapa banyak ayam yang belum terjual? Ayo, menghitung banyak ayamnya!
226 – 73 =
MTK Bab 5
A. Membaca Jam
Masih ingatkah kamu pelajaran di Bab II? Dalam Bab II kamu telah mempelajari cara membaca jam.
Perhatikan beberapa contoh berikut.
B. Menghitung Lama Waktu
Ayah, ibu, Ira, dan Odi sedang membersihkan kandang. Kandang mulai dibersihkan pada pukul 08.00.
Masih ingatkah kamu pelajaran di Bab II? Dalam Bab II kamu telah mempelajari cara membaca jam.
Perhatikan beberapa contoh berikut.
B. Menghitung Lama Waktu
Ayah, ibu, Ira, dan Odi sedang membersihkan kandang. Kandang mulai dibersihkan pada pukul 08.00.
MTK Bab 6
A. Mengalikan Bilangan (dengan Hasil Bilangan Dua Angka)
1. Mengalikan Dua Bilangan Satu Angka
Pak Danu pembuat sepatu yang terkenal.
Banyak yang memuji keahlian Pak Danu. Suatu hari tiga ekor kuda menuju rumah Pak Danu. Mereka ingin dibuatkan sepatu.
Dua ekor kelinci mengikuti mereka. Langkah kaki kuda dan kelinci berderap-derap. Burung-burung di dahan pohon jadi terbangun. Mereka jadi ingin dibuatkan sepatu juga oleh Pak Danu.
Dalam cerita bergambar ada tiga jenis binatang.
Ketiga jenis binatang tersebut yaitu: kuda, burung, dan kelinci.
Ada tiga ekor kuda, lima ekor burung, dan dua ekor kelinci.
Seekor kuda mempunyai empat kaki. Seekor burung mempunyai dua kaki. Seekor kelinci mempunyai empat kaki.
Banyak kaki tiga ekor kuda = 4 + 4 + 4 = 12.
Banyak kaki lima ekor burung = 2 + 2 + 2 + 2 + 2 = 10.
Banyak kaki dua ekor kelinci = 4 + 4 = 8.
Bentuk 4 + 4 + 4 dapat ditulis menjadi 3 × 4.
Bentuk 2 + 2 + 2 + 2 + 2 dapat ditulis menjadi 5 ×2.
Bentuk 4 + 4 dapat ditulis menjadi 2 × 4.
Perkalian adalah penjumlahan berulang. 2 × 3 = 3 + 3 = 6
5 × 7 = 7 + 7 + 7 + 7 + 7 = 35
2. Mengalikan Tiga Bilangan Satu Angka
Mengalikan tiga bilangan secara berurutan sama
mudahnya dengan perkalian dua bilangan. Sebagai dasar, perkalian dua bilangan harus kamu kuasai.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengalikan tiga bilangan berurutan.
a. Kalikan dua bilangan dari depan.
b. Hasilnya kalikan dengan bilangan ketiga.
Agar kamu lebih jelas, perhatikan cara
B. Membagi Bilangan Sampai 100
1. Membagi Bilangan dengan Bilangan Satu Angka
Rio mempunyai 12 kelereng. Abi dan Amir tidak mempunyai kelereng. Rio meminjamkan kelerengnya kepada Abi dan Amir. Rio membagi kelerengnya
menjadi 3 sama banyak. Berapa banyak kelereng yang diterima setiap anak?
2. Membagi Bilangan dengan Dua Bilangan Satu Angka
Amir memetik 40 buah apel. Buah apel itu dimasukkan ke dalam sejumlah kantung plastik.
Buah apel itu akan dibagikan kepada 4 tetangganya.Setiap tetangga diberi buah apel 2 kantung plastik.
Setiap kantung plastik berisi buah apel sama banyak. Berapa banyak apel dalam tiap kantung plastik?
C. Melakukan Pengerjaan Hitung Campuran
banyak baris kursi = 6
banyak kursi tiap baris = 8
kursi yang rusak = 2
kursi yang tidak rusak = 6 × 8 – 2 = 48 – 2 = 46
Jadi, kursi yang tidak rusak 46 buah.
Aturan berikut harus diperhatikan dalam pengerjaan hitung campuran.
Urutan yang harus dikerjakan:
a. pengerjaan dalam tanda kurung;
b. perkalian atau pembagian dikerjakan lebih dahulu daripada penjumlahan atau pengurangan;
c. perkalian atau pembagian (urut dari depan); dan
d. penjumlahan atau pengurangan (urut dari depan). Nah, sekarang perhatikan pengerjaan hitung campuran berikut.
1. Mengalikan Dua Bilangan Satu Angka
Pak Danu pembuat sepatu yang terkenal.
Banyak yang memuji keahlian Pak Danu. Suatu hari tiga ekor kuda menuju rumah Pak Danu. Mereka ingin dibuatkan sepatu.
Dua ekor kelinci mengikuti mereka. Langkah kaki kuda dan kelinci berderap-derap. Burung-burung di dahan pohon jadi terbangun. Mereka jadi ingin dibuatkan sepatu juga oleh Pak Danu.
Dalam cerita bergambar ada tiga jenis binatang.
Ketiga jenis binatang tersebut yaitu: kuda, burung, dan kelinci.
Ada tiga ekor kuda, lima ekor burung, dan dua ekor kelinci.
Seekor kuda mempunyai empat kaki. Seekor burung mempunyai dua kaki. Seekor kelinci mempunyai empat kaki.
Banyak kaki tiga ekor kuda = 4 + 4 + 4 = 12.
Banyak kaki lima ekor burung = 2 + 2 + 2 + 2 + 2 = 10.
Banyak kaki dua ekor kelinci = 4 + 4 = 8.
Bentuk 4 + 4 + 4 dapat ditulis menjadi 3 × 4.
Bentuk 2 + 2 + 2 + 2 + 2 dapat ditulis menjadi 5 ×2.
Bentuk 4 + 4 dapat ditulis menjadi 2 × 4.
Perkalian adalah penjumlahan berulang. 2 × 3 = 3 + 3 = 6
5 × 7 = 7 + 7 + 7 + 7 + 7 = 35
2. Mengalikan Tiga Bilangan Satu Angka
Mengalikan tiga bilangan secara berurutan sama
mudahnya dengan perkalian dua bilangan. Sebagai dasar, perkalian dua bilangan harus kamu kuasai.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengalikan tiga bilangan berurutan.
a. Kalikan dua bilangan dari depan.
b. Hasilnya kalikan dengan bilangan ketiga.
Agar kamu lebih jelas, perhatikan cara
B. Membagi Bilangan Sampai 100
1. Membagi Bilangan dengan Bilangan Satu Angka
Rio mempunyai 12 kelereng. Abi dan Amir tidak mempunyai kelereng. Rio meminjamkan kelerengnya kepada Abi dan Amir. Rio membagi kelerengnya
menjadi 3 sama banyak. Berapa banyak kelereng yang diterima setiap anak?
2. Membagi Bilangan dengan Dua Bilangan Satu Angka
Amir memetik 40 buah apel. Buah apel itu dimasukkan ke dalam sejumlah kantung plastik.
Buah apel itu akan dibagikan kepada 4 tetangganya.Setiap tetangga diberi buah apel 2 kantung plastik.
Setiap kantung plastik berisi buah apel sama banyak. Berapa banyak apel dalam tiap kantung plastik?
C. Melakukan Pengerjaan Hitung Campuran
banyak baris kursi = 6
banyak kursi tiap baris = 8
kursi yang rusak = 2
kursi yang tidak rusak = 6 × 8 – 2 = 48 – 2 = 46
Jadi, kursi yang tidak rusak 46 buah.
Aturan berikut harus diperhatikan dalam pengerjaan hitung campuran.
Urutan yang harus dikerjakan:
a. pengerjaan dalam tanda kurung;
b. perkalian atau pembagian dikerjakan lebih dahulu daripada penjumlahan atau pengurangan;
c. perkalian atau pembagian (urut dari depan); dan
d. penjumlahan atau pengurangan (urut dari depan). Nah, sekarang perhatikan pengerjaan hitung campuran berikut.
MTK Bab 7
Mengelompokkan Bangun Datar
Saat matahari bersinar, pergilah ke luar ruangan.
Amatilah bayangan benda-benda yang terkena sinar matahari.
1. Ada bayangan benda
yang berbentuk seperti di
samping.
Bentuk seperti di samping
dinamakan lingkaran.
2. Ada bayangan benda
yang berbentuk seperti di
samping.
Bentuk seperti di samping
dinamakan persegi.
3. Ada bayangan benda
yang berbentuk seperti di
samping.
Bentuk seperti di samping
dinamakan persegi pan-
jang.
4. Ada bayangan benda
yang berbentuk seperti di
samping.
Bentuk seperti di samping
dinamakan segitiga.
5. Ada bayangan benda
yang berbentuk seperti di
samping.
Bentuk seperti di samping
dinamakan jajargenjang.
6. Ada bayangan benda
yang berbentuk seperti di
samping.
Bentuk seperti di samping
dinamakan layang-layang.
7. Ada bayangan benda
yang berbentuk seperti di
samping.
Bentuk seperti di samping
dinamakan trapesium.
8. Ada bayangan benda
yang berbentuk seperti di
samping.
Bentuk seperti di samping
dinamakan belah ketupat.
Saat matahari bersinar, pergilah ke luar ruangan.
Amatilah bayangan benda-benda yang terkena sinar matahari.
1. Ada bayangan benda
yang berbentuk seperti di
samping.
Bentuk seperti di samping
dinamakan lingkaran.
2. Ada bayangan benda
yang berbentuk seperti di
samping.
Bentuk seperti di samping
dinamakan persegi.
3. Ada bayangan benda
yang berbentuk seperti di
samping.
Bentuk seperti di samping
dinamakan persegi pan-
jang.
4. Ada bayangan benda
yang berbentuk seperti di
samping.
Bentuk seperti di samping
dinamakan segitiga.
5. Ada bayangan benda
yang berbentuk seperti di
samping.
Bentuk seperti di samping
dinamakan jajargenjang.
6. Ada bayangan benda
yang berbentuk seperti di
samping.
Bentuk seperti di samping
dinamakan layang-layang.
7. Ada bayangan benda
yang berbentuk seperti di
samping.
Bentuk seperti di samping
dinamakan trapesium.
yang berbentuk seperti di
samping.
Bentuk seperti di samping
dinamakan belah ketupat.
Langganan:
Postingan (Atom)































